Ada Apa dengan Tanggal 20 Mei?

Hanya bangsanya sendiri yang mampu merubah nasib negerinya sendiri

-Ir.Soekarno
Setiap tanggal 20 Mei, Bangsa Indonesia selalu memperingati hari Kebangkitan Nasional. Tujuan peringatan ini adalah untuk terus memelihara dan menguatkan semangat nasionalisme kebangsaan kita dalam  melaksanakan  berbagai kegiatan yang bermanfaat untuk memajukan bangsa dan negara, tentunya harus sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Hari kebangkitan Nasional dimaknai sebagai kebangkitan nasionalisme bangsa di masa lalu dalam rangka memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia untuk melawan berbagai bentuk penindasan/penjajahan  negara lain. Sebagai buktinya, sistem kolonialisme Belanda selama ratusan  tahun di Indonesia sungguh merupakan pembodohan bangsa, tingkat kecerdasan mereka rendah, rakyat tidak sejahtera bahkan banyak hak asasinya terenggut selama masa penjajahan.  Kebangkitan Nasional adalah masa di mana bangkitnya rasa dan semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah  muncul selama penjajahan Belanda dan Jepang. Masa ini ditandai dengan dua peristiwa penting yaitu berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei 1908) dan ikrar Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928). Masa ini merupakan salah satu dampak politik etis yang mulai diperjuangkan sejak masa Multatuli.
Bagaimana cara membangkitkan Indonesia di masa Ini? Dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang ke-109, kita sebagai mahasiswa yang katanya agent of change adakah yang sudah kita persiapkan untuk semakin membangkitkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa? Kita semua tahu bahwa Indonesia dari hari ke hari telah mengalami perkembangan di berbagai bidang, baik itu pemerintahan, politik, ekonomi,sosial,budaya ,dan pendidikan Namun jika kita telaah lebih lanjut, pada kenyataannya Indonesia masih belum bangkit dari keterpurukan. Indonesia masih bersedih dan menangis hingga tahun 2017 ini.Pergantian pemerintahan sejak tanah air merdeka hingga saat ini ternyata masih banyak dianggap kurang maksimal dalam membenahi bangsa dalam hal kesejahteraan masyarakat pun harus ikut berpartisipasi dalam meningkatkan derajat dan martabat bangsa. Apa saja yang bisa kita lakukan?
Perlu kita sadari dan ketahui bersama, kita tidak akan mengecap sebuah keindahan nuansa kemerdekaan tanpa adanya jerih payah dan perjuangan tokoh bangsa kala itu. Sudah 109 tahun berlalu, langkah-langkah kebangkitan Bangsa Indonesia terus maju, hidup dan berkembang, seiring dengan globalisasi yang ditandai dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya di bidang informasi, komunikasi dan transportasi.

Pelaksanaan Revolusi Mental telah dicanangkan dalam program Nawacita Presiden Jokowi-JK, pembangunan mental dan karakter menjadi salah satu prioritas utama pembangunan, tidak hanya di birokrasi tetapi juga pada seluruh komponen masyarakat, sehingga akan dihasilkan sumber daya manusia yang kreatif, inovatif, berdedikasi, disiplin, kerja keras, taat aturan, mandiri dan berkarakter. Perubahan mendasar yang dilakukan diataranya perubahan dalam mentalitas, cara berfikir, cara merasa dan mempercayai yang direfleksikan dalam perilaku dan tindakan sehari-hari yang mencakup semua bidang kehidupan, sehingga mentalitas bangsa lambat laun berubah ke arah menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya bangsa. Sebagai Pemuda yang peduli akan kemajuan bangsa, sudah sepantasnyalah kita memperingati momen bersejarah tanggal 20 mei sebagai simbol Kebangkitan Bangsa, walaupun  ada  ahli sejarah yang menggugat tanggal penetapan Hari Kebangkitan Nasional yang harus diperingati. Ada yang  pro dan  kontra jika ditanya tentang keabsahan hari tersebut Saat ini yang terpenting bukanlah mengubah tanggal kebangkitan nasional atau mengubah apa yang ingin diperingati, yang terpenting adalah memperjelas semua peristiwa sejarah, melepasnya dari interest-interest, apapun itu.  Hanya saja, Hari Kebangkitan Nasional dirayakan dengan megah, tapi sebagian besar orang sudah tidak lagi merasa tergugah kebangsaannya. Dipastikan ada masalah dengan konstruksi tentang kebangsaan, setidak-tidaknya tentang kebutuhan bangsa tentang bagaimana memaknai dan mengisi kemerdekaan yang dulu diperjuangkan oleh pendahulu kita. Memaknai harkitnas masa kini, siapapun presidennya dan apapun nama rezim pemerintahannya, rakyat hanya butuh bukti bukan janji, butuh janji berupa bukti adalah terwujutnya cita-cita revolusi 1945.Yang tercantum dalam pembukaan UUD’45,yang selanjutnya tersusun dalam rumusan pancasila yang menjadi dasar falsafah negara, terutama sila kelima keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Adalah terwujutnya masyarakat yang adil dan makmur, adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan . Adil diatas kemakmuran dan makmur diatas keadilan, adil dan makmur dia atas segala-galanya.
#IniSospol

#Sospolisme

#BersamaLuarBiasa

Be the first to comment

Leave a Reply