Dari Organisasi untuk Cita-cita

Keinginan dalam hidup sangatlah bermacam-macam dan bervariasi setiap individunya. Keinginan yang selalu ada dalam pikiran dan menjadi tujuan hidup biasa kita sebut cita-cita. Semua individu dalam bumi ini berhak mentukan cita-cita dan arah tujuan hidupnya masing-masing tanpa intimidasi dan intervensi dari pihak yang  lain. Dalam meraih cita-cita segala upaya pun perlu diusahakan. Dalam hal ini tergantung pada setiap individu masing-masing. Setiap karakter dan sifat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup yang terjadi. Kemudian dalam hal inilah dapat disimpulkan bahwa yang mampu untuk merubah hidup adalah diri sendiri.

Jauh sebelum kita merubah hidup, sepatutnya kita pantaskan diri untuk menjadi lebih baik lagi agar roda keberhasilan dapat kita raih dimulai dari diri sendiri yang otomatis dapat merubah jalan hidup serta cita-cita yang enggan diraih. Maka perlu memimpin diri untuk memanajemen dan merancang pengembangan kualitas diri. Menjadi pemimpin diri sendirri hakekatnya harus tau kebutuhan diri serta kekurangannya. Sederhananya adalah kurangi dan hilangkan aspek-aspek buruk dalam diri dan mencari ilmu-ilmu dalam mengembangkan diri.

Kepemimpinan dalam diri diciptakan melalui praktik tidak dalam bentuk teori. Bagaimana kita dalam menghadapi masalah yang terjadi dan secara bijak untuk menemukan solusi yang konkrit serta berfaedah untuk diri sendiri dan umat. Dalam hal tersebut tentu pengalaman yang banyak berbicara. Mengikuti organisasi menjadi pilihan untuk mengasah kepemimpinan diri, manajamen, serta mengembangkan softskills. Tanpa mengesampingkan teori, softskills menjadi alat jitu untuk meraih cita-cita dan sukses dalam kehidupan bermasyarakat.

Organisasi menjadi miniatur kehidupan nyata dan menjadi wadah pembelajaran dalam kehidupan bermasyarakat yang akan ditempuh. Pemecahan masalah dalam suatu kelompok, cara menghadapi karrakter yang berbeda, menentukan solusi yang cepat dan tepat, manajamen waktu, kegiatan dan diri sendiri, adalah segelintir hal-hal yang dapat ditemui dalam berorganisasi. Dari sedemikian permasalahan tersebut maka lambat laun akan tumbuh jiwa kepemipinan dan dapat mempermudah dalam memimpin diri sendiri juga menentukan sikap berkehidupan.

Kaitannya dengan cita-cita tentu dalam menuntun keberhasilan dibutuhkan jiwa yang teguh dalam memimpin diri dan konsisten dalam bersikap. Bersikap ideal memang sulit dilaksanakan namun semua bisa karena terbiasa. Dengan secara konsisten diterapkan maka kemustahilan akan menjadi kemungkinan yang dapat direalisasikan. Faktor-faktor internal dan eksternal menajdi problematika klasik yang menghantui diri dalam mengambil sikap dan memimpin diri menuju kesuksesan.

“Semakin tinggi pohon maka semakin kencang pohon tersebut diterpa angin. “

Menjadi sebuah gambaran bahwa akan banyak hambatan-hambatan  silih berganti. Labil dalam menentukan pilihan, lalu terintimidasi dari pihak lain, dan kurangnya pengembangan diri menjadi permalahan dalam diri kita. Ketidakadilan dunia, pergaulan,  nepotisme, kolusi, bahkan godaan korupsi bisa menjadi penghambat dari luar untuk menyesatkan diri. Maka cara yang terbaik adalah dengan berkeyakinan diri terhadap diri sendiri, mengingat tujuan awal kemudian usaha yang tak kenal henti dan jangan lupakan darimana kita berasal. Ikhtiar terhadap-Nya, dan serahkan semua usaha kita terhadap-Nya. Pimpin diri kita menuju cita-cita dengan sedikit pengorbanan dan banyak berusaha, ikhlas bermanfaat untuk umat dan untuk-Nya, maka besar kemungkinan cita-cita akan tertulis dalam kisah hidup kita kelak. Wallahualambishowab.
Ditulis Oleh Raka Reinorld Orlanda

Saff Ahli Kementrian Aksi dan Propaganda

Be the first to comment

Leave a Reply