Graha Kemahasiswaan Unila Punya Siapa ?

Universitas merupakan wadah bagi civitas akademika beraktifitas. Sebagai bagian dari civitas akademika mahasiswa tidak terlepas dari kegiatan non-akademik seperti organisasi dan pengembangan minat dan bakat sebagai bentuk hak mengekspresikan dan mengaktualisasikan dirinya didalam kampus. Lazimnya disetiap perguruan tinggi dapat kita temukan Pusat Kegiatan Mahasiswa atau disingkat PKM dimana disana lah berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Lembaga Kemahasiswaan (LK) melakukan aktivitas keorganisasian maupun rutinitas sehari-hari seperti rapat dan hal-hal produktif lainnya.

Begitupun di Universitas Lampung dimana pusat kegiatan mahasiswa universitas yang bernama Graha Kemahasiswaan menjadi tempat beberapa kesekretariatan Unit Kegiatan Kemahasiswaan Universitas Lampung dalam menjalankan kegiatannya.

Namun kenyataannya saat ini Graha Kemahasiswaan Universitas Lampung yang seharusnya menjadi tempat bagi berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa untuk melakukan aktivitasnya justru harus berbagi tempat dengan beberapa kantor BANK yang berderet di sepanjang lantai 1 bagian kiri depan Graha Kemahasiswa yang menghadap kearah selatan. Hal ini tentunya berpengaruh besar bagi beberapa UKM dan mahasiswa-mahasiswa  yang ada di Graha Kemahasiswaan, mulai dari berkurangnya plot ruangan yang seharusnya dapat digunakan untuk sekretariat beberapa UKM Universitas Lampung mengingat masih ada UKM-UKM yang beraktivitas di luar Graha Kemahaiswaan serta hilangnya area halaman Graha Kemahasiswaan yang diambil alih oleh kantor-kantor BANK tersebut dan digunakan  untuk area parkir khusus nasbah BANK tanpa adanya komunikasi kepada UKM-UKM yang ada di Graha Kemahasiswaan terlebih dahulu.

Hal yang bukan hanya merugikan mahasiswa sebagai pihak yang seharusnya menempati Graha Kemahasiswaan tersebut tetapi juga mengganggu aktifitas mahasiswa diluar Graha Kemahasiswaan seperti kemacetan dan tidak kondusifnya parkir kendaraan yang disebabkan oleh begitu banyaknya orang-orang yang hilir mudik menuju dan dari BANK-BANK tersebut menggunakan kendaraan mobil dan motor mereka hal paling parahnya adalah mayoritas pengunjung BANK-BANK tersebut bukanlah mahasiswa universirtas lampung tetapi masyarakat luar yang bukan bagian dari civitas akademika unila.

Disini kita bertanya “Graha Kemahasiswaan Unila Punya Siapa ?”

Jika Graha Kemahasiswaan merupakan Pusat Kegiatan Mahasiswa lantas mengapa harus ada Pusat Perbankan di sana yang tidak ada sangkut pautnya dengan kegiatan mahasiswa  ?

Jika memang Graha Kemahasiswaan dibangun oleh pihak kampus sebagai sarana untuk mahasiswa mengembangkan minat dan bakat nya melalui UKM-UKM didalamnya, lantas mengapa justru mahasiswa lah yang harus tersingkir oleh para pengunjung bank-bank tersebut ?

Dan jika memang dengan adanya BANK-BANK yang berintegrasi dengan Bangunan Graha Kemahasiswaan tersebut harus membuat mahasiswa merasa terganggu dan kebingungan untuk berhilir mudik  serta memarkirkan kendaraannya, maka sewajarnya mahasiswa bertanya

“Apakah Kampus Sudah MengKomersialisasikan Graha Kemahasiswaan Unila ? “

Jika benar, pihak kampus lebih mementingkan adanya kantor-kantor Bank tersebut di Graha Kemahasiswaan maka dengan tegas kami Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Lampung menyatakan MENOLAK KOMERSIALISASI GRAHA KEMAHASISWAAN !

Serta menuntut pengembalian fungsi Graha Kemahasiswaan Unila kepada fungsi utamanya diperuntukkan kapada Mahasiswa .

Be the first to comment

Leave a Reply