KAJIAN PROPTI UNIVERSITAS LAMPUNG

Peralihan masa siswa menjadi mahasiswa dalam diri peserta didik tentu akan menimbulkan perbedaan yang cukup signifikan bila dibandingkan dengan pembelajaran yang ditempuh sebelumnya. Baik aspek secara akademik maupun aspek sosial budaya. Dalam hal itu perlu adanya kegiatan yang dapat menyiapkan mental dan memberikan gambaran tentang sistem pembelajaran dan kehidupan dikampus yang dapat mempercepat proses adaptasi mahasiswa baru. Masa ini bisa menjadi titik tolak inisiasi pembinaan idealisme, menanamkan dan membina sikap cinta tanah air dan cinta kampus, kepedulian terhadap lingkungan dalam rangka menciptakan generasi yang berkarakter jujur, cerdas, peduli dan bertanggung jawab.

Orientasi Mahasiswa atau yang biasa kita kenal dengan nama Propti, kata yang mungkin akan mengantarkan pikiran kita pada sebuah bayangan mengenai kegiatan dimana mahasiswa – mahasiwa baru “disambut” dengan berbagai cara “unik” oleh para civitas akademika. Orientasi mahasiswa menjadi sebuah kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun hampir di setiap kampus yang ada di Indonesia termasuk Universitas Lampung membuat orientasi mahasiswa seakan ada sebagai sebuah gerbang awal untuk menyambut bibit – bibit baru yang akan berjuang di kampus tersebut.

Program orientasi selalu menarik perhatian banyak pihak, khususnya orang tua,  birokrat kampus, mahasiswa hingga pihak terkait seperti LSM dan media massa. Jika kita merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ada dua arti dari kata orientasi. Pertama orientasi diartikan sebagai peninjuan untuk menentukan sikap (arah, tempat, dsb) yang benar dan tepat. Sedangkan arti yang kedua  adalah pandangan yang mendasari pikiran, perhatian atau kecenderungan. Berangkat dari dua definisi ini, kita tahu bahwa kegiatan orientasi mahasiswa dilaksanakan sebagai sebuah kegiatan yang memberikan pandangan bagi mahasiswa baru yang mendasari pemikiran dan kecenderungan mereka dalam menjalankan kehidupan mereka di kehidupan kampus agar mereka memiliki sikap yang benar dan tepat. Bicara mengenai kehidupan mahasiswa di kampus, tentu benar dan tepat disini adalah sudut pandang entitas kampus. Benar dan tepat menurut peraturan yang berlaku di universitas maupun fakultas.

Keberadaaan ospek sangatlah bermanfaat bila kita tinjau dari fungsi dan tujuannya antara lain:

  1. Fungsi orientasi bagi mahasiswa baru untuk memasuki dunia Perguruan Tinggi yang berbeda dengan belajar di sekolah lanjutan.
  2. Fungsi komunikatif yakni komunikasi antara civitas akademika dan pegawai administrasi kampus.
  3. Fungsi normatif yakni mahasiswa baru mulai memahami, menghayati dan mengamalkan aturan-aturan yang berlaku di kampus.
  4. Fungsi akademis yakni pengembangan intelektual, bakat, minat dan kepemimpinan bagi mahasiswa.

 

Tujuan

  1. Mengenal dan memahami lingkungan kampus sebagai suatu lingkungan akademis serta memahami mekanisme yang berlaku di dalamnya.
  2. Menambah wawasan mahasiswa baru dalam penggunaan sarana akademik yang tersedia di kampus secara maksimal.
  3. Memberikan pemahaman awal tentang wacana kebangsaan serta pendidikan yang mencerdaskan berdasarkan pada nilai-nilai kemanusiaan.
  4. Mempersiapkan mahasiswa agar mampu belajar di Perguruan Tinggi serta mematuhi dan melaksanakan norma-norma yang berlaku di kampus, khususnya yang terkait dengan Kode Etik dan Tata Tertib Mahasiswa.
  5. Menumbuhkan rasa persaudaraan kemanusiaan di kalangan civitas akademika dalam rangka menciptakan lingkungan kampus yang nyaman, tertib, dan dinamis
  6. Menumbuhkan kesadaran mahasiswa baru akan tanggung jawab akademik dan sosialnya sebagaimana tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi
  7. Untuk bisa saling beradaptasi antar sesama mahasiswa.

 

Tidak dapat kita pungkiri dalam prakteknya masa orientasi dilaksanakan dengan konsep yang setengah-setengah. Seringkali pihak kampus kurang mengawasi sampai ketataran teknis pelaksanaan dan pendampingan yang memadai. Masing-masing perguruan tinggi mengembangkan model pengenalan kampus sesuai dengan interpretasi masing-masing sehingga tak jarang terjadi penyimpangan seperti kasus perpeloncoan oleh senior, kekerasan fisik atau psikis yang menyeret korban jiwa. Adanya surat edaran Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi nomor 1016/E/T/2011 tentang Masa Orientasi, Surat Edaran Nomor 1259/E.E3/DT/2013 tentang Pembinaan Kegiatan Kemahasiswaan dan Keputusan Dirjendikti Kemendikbud RI Nomor 25/DIKTI/Kep/2014 tentang Panduan Umum Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru diharapkan mampu mengover permasalahan-permasalahan yang ada dalam program orientasi mahasiswa baru.

Propti Universitas Lampung

 

Unila saat ini sedang fokus memperbaiki sistem internal untuk menuju Top Ten University dan World Class University pada tahun 2025. Mimpi itu akan segera terwujud dalam kurun waktu kurang dari 10 tahun lagi, perbaikan demi perbaikanpun terus dilakukan demi target tersebut mulai dari segi pembangunan infrastruktur, pelayanan yang prima, tenaga pengajar yang berkualitas dan tentunya mahasiswa yang berprestasi, semua tantangan itu coba diwujudkan oleh rektor dan pejabat rektorat yang baru dilantik kurang lebih setahun yang lalu. Saat ini Universitas Lampung menurut Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi tahun 2015 berada diperingkat 22 yang artinya masih jauh dari tangga Top Ten University, tetapi hal itu bukanlah tidak mungkin untuk diwujudkan selama kita terus berbenah dari berbagai sektor termasuk dalam sistem masa orientasi mahasiswa baru yaitu propti di kampus kita tercinta yang menjadi gerbang awal bagi para mahasiswa unila yang nantinya akan menjadi bagian penting untuk mewujudkan visi tersebut.

Tidak berbeda dengan kampus yang lain Universitas Lampung (Unila) juga konsisten menyelenggarakan Propti Universitas hingga tahun ini.  namun bila kita melihat dari teknis pelaksanaannya kita harus mengakui memang kegiatan Propti Universitas di Unila sangatlah monoton dan tidak mengesankan sama sekali, padahal propti adalah salah satu momentum awal menumbuhkan rasa cinta dan Unilaisme mahasiswa baru Universitas Lampung.

Propti di Universitas Lampung diawali dengan kegiatan propti ditingkat Universitas yang dilaksanakan selama tiga hari dan dilanjutkan dengan kegiatan propti di tingkat Fakultas selama 2 hari. Propti ditingkat Universitas saat ini haruslah menjadi sorotan kita, pelaksanaan kegiatan propti universitas yang monoton dan tak mengesankan harus segera ditata ulang. Berikut data yang kami dapatkan dari 400 mahasiswa yang memberikan respon terhadap kegiatan propti ditingkat universitas:

  1. 72% responden menyatakan bahwa kegiatan propti di Universitas perlu diselenggarakan.
  2. 77,1 % responden menyatakan bahwa kegiatan propti di tingkat Universitas tidak mengesankan.
  3. 86,2% responden menyatakan bahwa kegiatan propti di tingkat Universitas perlu untuk ditata ulang.

 

Berdasarkan hasil Quisioner diatas kami BEM U KBM Unila selaku Lembaga Kemahasiswaan yang mewadahi aspirasi dan keluhan dari mahasiswa menuntut agar pihak birokrat kampus untuk dapat mengkaji ulang dan merubah gaya propti Unila yang monoton menjadi propti yang mengesankan dan dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap kampus.

Sejalan dengan apa yang diharapkan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik saat BEM U melakukan audiensi dengan pihak rektorat, beliau mangatakan bahwa propti tahun ini harus berbeda dari tahun sebelumnya. Propti harus berjalan harmonis antara mahasiswa lama dengan mahasiswa baru sehingga kedekatan akan tercipta dan mahasiswa baru akan nyaman dikampus.

Proses propti di Universitas Lampung harus diawali dengan komitmen bersama semua pihak untuk menyelenggarakan propti yang diharpkan oleh kita bersama antara lain:

  1. Aman dari perploncoan dan kekerasan fisik,
  2. Nyaman bagi peserta didik dengan ditunjang oleh fasilitas yang memadai dan layak,
  3. Harmonis dengan kegiatan-kegiatan yang bisa membuat mahasiswa baru dekat dengan mahasiswa lama,
  4. Kreatif dengan adanya kegiatan yang lain dari sebelumnya yang bisa menumbuhkan dan memupuk sikap kreatif dan cinta terhadap kampus.

 

 

#ProptiUnilaHarmonis

#ThinkSolutionDoAction

#Kemensospol

#KolaborasiHebat

#BEM_Unila

Be the first to comment

Leave a Reply