Menyoal Isu Komersialisasi Rusunawa Unila, Tiga Pihak Melakukan Konsolidasi

#BEMU_News

 

Bermula dari berpindahnya kewenangan pengelolaan rusunawa yang semula dipegang oleh Rumah Tangga beralih ke BPU (Badan Pengelola Usaha), juga beberapa waktu yang lalu bermunculan larangan larangan yang urgensinya dipertanyakan bahkan terindikasi mengarah pada komersialisasi dimana mahasiswa Unila yang bermukim di Rusunawa menjadi korbannya. Oleh sebab itu, melalui beberapa kali diskusi antara pihak BEM Unila dan Mahasiswa Rusunawa, disepakati bahwa akan diadakan diskusi antara 3 Pihak, yakni BEM Unila, Mahasiswa Rusunawa, dan Pihak BPU. Alhamdulillah terlaksana pada Kamis malam (14/12/2017), pukul 21:10 – 23:00. Konsolidasi ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa rusunawa, pihak BPU yang diwakilkan oleh bang Darma, dan pihak BEM Unila yang diwakili oleh Wahyudi (Menteri Dalam Negeri BEM Unila) , Tiyasz Ariansyah (Sesmen Sospol), dan Azri Pangaribuan (Sesmen Akspro).

Konsolidasi yang berlangsung selama hamper dua jam ini, menghasilkan beberapa pembahasan sebagai berikut :

  1. Jam Malam :
  • Membatalkan rencana penetapan jam malam pukul 22.00 WIB
  • Disepakati Jam Malam Pukul 24.00 setelah waktu tersebut akses gerbang ditutup
  • Pemberlakuan jam malam hari senin-minggu
  • Keterlambatan dengan alasan yang rasional di komunikasikan dengan pihak Satpam Rusunawa
  1. Dapur
  • Membatalkan rencana pembuatan dapur umum di lantai dasar dan pelarangan penghuni RUSUNAWA memasak di dalam kamar
  • Disepakati diijinkan untuk memasak nasi didalam kamar masing-masing
  • Dengan komitmen mampu menjaga kerapihan kamar terutama ketika dilakukan sidak oleh pengelola RUSUNAWA
  • (Akan di Komunikasi ke pihak pimpinan BPU agar disahkan)
  1. Jemuran
  • Dihimbau agar tidak menjemur secara sembaran tempat seperti di jendela kamar
  • (Masukan untuk dibuatkan besi polong memanjang dipasang di setiap lorong kamar sebagai sarana jemuran agar lebih rapih akan di Komunikasi ke pihak pimpinan BPU agar direalisasikan)
  1. Dagangan
  • Berdagang berupa jasa (percetakan,pulsa dll) diijinkan
  • Berdagang makan, minuman, dan hal berupa fisik lainnya dilarang
  • (Rencana seluruh dagangan yang dilarang akan direlokasi ke satu tempat berupa satu ruangan , untuk biaya sewa belum ditentukan sewa/gratis, Akan di Komunikasi ke pihak pimpinan BPU agar direalisasikan)
  1. Pembayaran Sewa Rusunawa
  • Pembayaran sewa Rp 1.800.000,- / Per Tahun akan di terapkan pembayaran secara 4 Tahap , waktu pembayaran disesuaikan dengan waktu pencairan dana BIDIKMISI dan diberi tenggat waktu maksimal 3 hari pasca pencairan BIDIKMISI
  • Pembayaran dapat dilakukan secara tunai maupun transfer ke rekening Pengelola RUSUNAWA
  1. Masalah Air
  • Masalah air bukan dikelola oleh BPU Unila namun akan di kordinasikan dengan penyedia air bagi Rusunawa agar di perbaiki
  1. Alumni dan Non Mahasiswa Unila
  • Dilarang menempati Rusunawa karena disediakan untuk mahasiswa Unila
  • Khusus untuk Alumni yang masih tinggal di Rusunawa akan diberi ijin tinggal hingga akhir bulan Desember 2017.
  1. Sampah
  • Menjaga kebersihan kamar dan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama penghuni RUSUNAWA
  • Setiap Lantai menerima bantuan Tong Sampah dari pihak pengelola rusunawa
  • Lantai 1 dan 2 (Laki-Laki) akan melakukan piket secara mandiri untuk membersihkan kotak sampah masing-masing lantai
  • Lantai 2 dan 3 (Perempuan) akan melakukan iuran sebesar Rp 2000,- / per Kamar setiap 1 pekan untuk biaya sewa jasa pembuangan sampah .

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply